Tips Travel Photography Yang Bisa Dicoba

Travel Photography Tips

Travel photography merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan untuk dilakukan. Tidak hanya jalan-jalan saja, namun anda juga bisa mengabadikan berbagai momen yang berharga. Nah, untuk anda yang suka dengan hal seperti ini, maka tidak ada salahnya untuk mengetahui beberapa tips di bawah ini.

Persiapkan perlengkapan

Sebelum berangkat, tentu saja perlengkapan perlu disiapkan dengan baik. Jika anda berencana menggunakan kamera DSLR, maka anda tidak perlu membawa semua koleksi lensa. Jika sekiranya akan banyak mengambil foto di jalan-jalan perkotaan, maka dua sampai tiga lensa prime sudah cukup untuk dibawa. Perlengkapan esensial berikutnya adalah tripod. Tentunya tripot akan membawa dampak terbaik pada ketajaman hasil foto yang dihasilkan. Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi yang ada di smartphone. Untuk anda yang menginginkan pemandangan yang indah, pastikan jika anda memiliki aplikasi semacam sunset calculator atau sunrise agar anda bisa mengetahui kapan terbenam atau terbitnya matahari di seluruh penjuru dunia.  

Libatkan model pada foto pemandangan

Ketika melancong ke negeri orang, pastinya anda ingin sekali mengabadikan pemandangan yang indah bukan? Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk melibatkan model di dalam foto. Namun anda juga tidak harus mengajak model yang sudah profesional. Tentunya anda dapat mengajak seorang warga sekitar, dengan begitu yang tertangkap oleh kamera tidak hanya pepohonan, bunga-bunga yang merekah, dan gunung saja. Mengapa harus ada seseorang? Kehadiran seseorang dapat memberikan nuansa yang unik di suatu foto. 

Jangan mengambil foto panorama terlalu lebar

Travel photography tips selanjutnya adalah jangan mengambil foto panorama terlalu lebar. Masalah yang satu ini umumnya terjadi ketika anda mengambil foto panorama memakai smartphone. Orang-orang biasanya akan menekan tombol shutter, kemudian menggerakkan smartphone yang dimilikinya dari kanan ke kiri atau sebaliknya, yang disebut juga sebagai panning. Ketika melakukan panning, maka secara perlahan hingga seluruh frame di layar terisi dengan gambar, kemudian kamera smartphone secara otomatis berhenti. Banyak orang yang tidak mengetahui jika anda dapat menghentikan shutter-nya kapan saja yang anda inginkan, tidak harus frame-nya terisi sampai penuh. Sehingga anda dapat membuat komposisi frame yang benar-benar seperti ingin digambarkan. Karena tidak selamanya foto panorama yang super lebar lebih baik jika dibandingkan yang lebih sempit. Biasanya beberapa fitur bawaan dari smartphone sudah menyediakan fitur panorama ini. 

Jangan terlalu agresif ketika mengedit foto

Untuk banyak orang yang sangat mengandalkan Instagram saat meng-edit, maka hindarilah menggunakan fitur Lux atau clarity. Memang sepintas foto terlihat lebih cerah, namun pada akhirnya foto yang memiliki tingkat clarity terlalu tinggi dapat terlihat sangat tidak alami. Nah untuk foto yang terdapat di smartphone, maka anda dapat menggunakan aplikasi editing bawaan. Namun untuk anda yang merasa kurang puas dengan hasilnya, maka beberapa aplikasi populer yang berhubungan dengan fotografi dapat anda pilih. Untuk anda yang menggunakan perangkat lunak Adobe, maka anda dapat menggunakan beberapa aplikasi yang dikeluarkan oleh Adobe yang ditujukan dalam pengolah foto. Jika anda melakukan editing foto menggunakan kamera digital, menggunakan PC aplikasi Pixelmator dapat anda pilih saat mengedit foto. Pastinya Photoshop dari Adobe dapat menjadi pilihan terbaik, terlebih lagi Adobe sudah merilis beberapa aplikasi pada perangkat smartphone yang pastinya akan memudahkan saat mengedit foto. 

Perhatikan tempat anda mengambil foto 

Ketika anda berlibur ke suatu tempat, maka sebisa mungkin jangan menunjukkan jika anda merupakan seorang fotografer. Mengapa demikian? Hal ini dilakukan agar masyarakat yang ada disekitarnya bisa tetap merasa nyaman dan tidak akan terganggu dengan kehadiran anda. Pendekatan secara personal supaya orang lain bisa merasa nyaman pastinya akan lebih tujukan untuk anda yang suka dengan foto yang melibatkan manusia di dalamnya. Bisa saja terkadang orang menolak saat difoto ketika belum kenal, namun ketika anda sebagai fotografer blending dengan suasana sekitar, maka tidak jarang orang-orang yang malah menawarkan diri untuk difoto. Nah untuk anda yang suka mengambil foto pemandangan, anda juga perlu memperhatikan budaya sekitar. Karena siapa tahu ada pantangan mengenai budaya setempat.   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *